Senin, 05 Desember 2011

PENGARUH PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

PROPOSAL
PENGARUH PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRIMA XP
(STUDI KASUS DI DESA GAPURA SUCI)
DISUSUN OLEH :
NAMA                                 : ANANG ROSIDA
NPM                                     : 081016161201213
MATA KULIAH                : METODOLOGI PENELITIAN

DOSEN PENGAMPU : NANIK ISTIANINGSIH, SE
 
 



    




FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUARA BUNGO
TAHUN AKADEMIK 2010/2011
i
KATA PENGANTAR


Puji syukur Penulis panjatkan  kehadirat Allah Yang Maha Esa, karena limpahan rahmat dan hidayahnya  Penulis telah selesai menyusun Proposal Penelitian yang diberi judul “PENGARUH PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRIMA XP (STUDI KASUS DI DESA GAPURA SUCI)” ini. Kemudian shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

            Pada kesempatan ini Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bersedia membantu Penulis dalam rangka penyelesaian penyusunan Proposal ini.

            Tidak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam proposal ini. Oleh karena itu, kritik dan koreksi sangat diharapkan. Akhir kata Penulis mengharapkan semoga Proposal ini berguna bagi kita semua. Amin.

                                                                                  penulis










ii
DAFTAR ISI


JUDUL ……………………………………………………………….        i
KATA PENGANTAR ……………………………………………….       ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………....     iii
BAB I   PENDAHULUAN …………………….…………….……...        1
              1.1 Latar Belakang .…………………………………………       1
              1.2 Rumusan Masalah …………………………………........       3
              1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian …………………………         3

BAB II  LANDASAN TEORI ………………………………..……...       5
              2.1 Kajian Teori ………………………………………….....       5
              2.2 Kerangka Konseptual …………………………………...       9
              2.3 Hipotesis ………………………………………………...      9

BAB III METODOLOGI PENELITIAN …………………….………    10
              3.1 Objek Penelitian dan Ruang Lingkup Penelitian ………..       10
              3.2 Definisi Operasional ……………………………...……..     11
              3.3 Jenis Penelitian ……………………………………..…...     11
              3.4 Jenis Data dan Sumber Data ……………………………     12
              3.5 Teknik Pengumpulan Data ……………………………...     12
              3.6 Sampel …………………………………………………..   13
              3.7 Teknik Analisis Data ……………………………………     13
              3.8 Uji Hipotesis …………………………………………….    15

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………...    17



iii
BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Pada saat ini pertumbuhan barang dan jasa semakin pesat dan bertambah banyak, baik dalam jumlah maupun jenisnya. Hal ini mendorong para produsen untuk saling berpacu meningkatkan kualitas produk maupun strategi apa yang cocok untuk mampu bersaing dengan produsen lainnya. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, memaksa produsen untuk berorientasi pada kegiatan pemasaran dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Dengan adanya strategi pemasaran memungkinkan produsen mencapai tujuan yang akan dicapai terasa sangat mudah, strategi pemasaran tersebut antara lain; menetapkan harga, saluran distribusi dan periklanan/promosi. Dari ketiga strategi pemasaran tersebut periklanan merupakan salah satu strategi yang paling penting/vital dalam usaha menjual produk, karena periklanan dapat menambah, merangsang, mempengaruhi atau bahkan mendorong konsumen untuk membeli produk.
Akhir-akhir ini banyak ditemui produk/jasa yang diiklankan melalui media televisi, radio, majalah, baliho/spanduk, semua itu merupakan media periklanan yang sehari-hari dapat kita jumpai, misalnya televisi, media ini merupakan media beriklan yang paling sempurna karena fasilitas seperti audio visual yang sangat jelas dan dapat dinikmati/dimengerti oleh semua orang.
Periklanan adalah segala bentuk penyajian bukan pribadi dan promosi tentang gagasan, barang atau  jasa    yang   dibayar   oleh  sponsor
tertentu (Kotler, 1997: 111).  Keputusan  pembelian  adalah suatu keputusan yang dilakukan oleh konsumen, baik konsumen individu maupun pembeli organisasi melalui proses   mental    yang   hampir   sama

1
dalam memutuskan produk dan merek apa yang akan dibeli (kotler, 2001: 120).
Pada saat sekarang ini sering kita jumpai produk/jasa yang beredar dipasaran tidak memiliki strategi pemasaran terutama strategi beriklan yang baik, misalnya seringnya kita menemui produk dipasaran yang tak tahu apa manfaatnya atau terbuat dari jenis apa, hal sepele namun sangat berpengaruh terhadap pertimbangan  para konsumen untuk membelinya. Para produsen yang menjual produk tanpa beriklan biasanya hanya ingin mendapatkan keuntungan semata tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti beriklan ini.
Dari pengamatan yang dilakukan terdapat banyak sekali produk/jasa yang tidak memiliki strategi/konsep periklanan yang baik, dan salah satu produk yang menarik minat saya untuk menelitinya adalah minyak pelumas Prima XP. Prima XP merupakan salah satu merek pelumas yang beredar di Indonesia, yang menjadi produk andalan PT. Pertamina yang tersedia dalam dua varian yaitu Prima XP 20 W-50 API SJ dan Prima XP 10 W–40 API SL. Kecendrungan perusahaan diindonesia yang hanya ingin mendapatkan keuntungan semata, ini diperlihatkan oleh Pertamina Khususnya produk minyak pelumas seperti Prima XP ini, terbukti dengan tidak banyaknya iklan-iklan yang mereka keluarkan,   mereka       sering      mempaketkan       antara     produk     BBM    dengan
minyak pelumas dalam satu iklan, dan hal inilah yang menurut saya kurang efektif, bahkan iklan mereka jarang   sekali   muncul  ditelevisi dan
juga kurangnya support untuk mensponsori   sebuah   event.   Hal  tersebut
sangat  berbeda  sekali   dengan  para kompetitornya seperti Petronas yang
mensponsori    event   balapan     mobil   seperti F1, Top 1   dengan   brand
ambassador yang bervariasi/berbeda dalam setiap kali berikalan, castrol dengan menggaet bintang sepakbola kelas dunia sebagai brand ambassador mereka, dan Repsol yang mensponsori  balapan   motor   yang


2
paling prestisius didunia yakni Moto GP, serta Federal OIL dengan konsep- konsep beriklan yang berubah-ubah tiap kali akan beriklan.
Dengan sangat baiknya para kompetitor dalam beriklan akankah Pertamina berdiam diri saja, secara logika tentu para konsumen akan berpikir ulang untuk memutuskan membeli produk yang cocok bagi mereka. Untuk itu Penulis sangat tertarik meneliti masalah tersebut di Desa Gapura Suci, karena Desa Gapura Suci  merupakan salah satu desa dikecamatan pelepat yang mengalami kemajuan signifikan dibidang perekonomian maupun dibidang usaha otomotif, seperti banyak berdirinya bengkel-bengkel khusus kendaraan bermotor maupun mobil, bengkel-bengkel tersebut tidak hanya memberikan jasa servis saja namun juga menyediakan speart part, keperluan motor dan juga tak lupa adalah minyak pelumas/oli, khususnya minyak pelumas biasanya setiap bengkel menyediakan 4 sampai 8 jenis merek minyak pelumas dan salah satunya adalah Prima XP.   
           Dari uraian tersebut, maka penulis tertarik mengambil topik tentang “PENGARUH PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRIMA XP” ( Studi kasus di Desa Gapura Suci).    

1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian dan   latar belakang diatas, maka permasalahan
yang dirumuskan adalah “seberapa besar   pengaruh    periklanan     terhadap keputusan pembelian Prima XP” (studi kasus di Desa Gapura Suci) ?

1.3  Tujuan dan Manfaat Penelitian
a.   Tujuan Penelitian
       Untuk mengetahui seberapa besar  pengaruh   periklanan   terhadap        keputusan pembelian Prima XP (studi kasus di Desa Gapura Suci).

3
  1. Manfaat Penelitian
            Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
      1. Untuk bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.
                  2. Sebagai bahan masukan bagi pihak terkait.
                  3. Sebagai tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian.

























4

BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Kajian Teori
2.1.1 Keputusan Pembelian (Y)
                        Menurut    Kotler    (2001 :    120),   keputusan    pembelian
               adalah   :        “Suatu      keputusan      yang      dilakukan      oleh
               konsumen,     baik       konsumen      individu   maupun    pembeli
               organisasi    melalui   proses  mental   yang    hampir sama dalam
               memutuskan produk dan merek apa yang akan dibeli.
             
                         Menurut  Paul  Peter  (1999: 162),   keputusan    pembelian
               adalah :    “Proses     pengintegrasian   yang   mengkombinasikan
               pengetahuan   untuk   mengevaluasi   dua     atau   lebih   perilaku
               alternatif   dan   memilih     salah  diantaranya”.

2.1.2 Periklanan (X)
Menurut  Kotler  (1997: 111),  periklanan adalah :  “Bentuk  penyajian bukan  pribadi  dan   promosi tentang gagasan,  barang  atau  jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu”.

Menurut     E.   Catur   Rismiati   (2006 : 225),    periklanan adalah     :   “Bentuk    presentasi   dan   promosi     non    pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu”.
                 




5

2.1.3 Hubungan Periklanan Dengan Keputusan Pembelian
                  Periklanan   merupakan    elemen   penting bagi perusahaan                              
         untuk memperkenalkan produk mereka   kepada  konsumen, baik
         konsumen    individu   maupun    pembeli      organisasi.     Tanpa
         periklanan konsumen akan kesulitan  dalam  menentukan  produk
         atau merek apa yang    akan    mereka   pilih (Kotler, 1997: 111).
        
                  Begitu juga sebaliknya    tanpa   iklan perusahaan akan sulit
         Unstuc bersaing   dengan   perusahaan   lain dalam   hal  menarik
         minat   para   pembeli.   Oleh   karena itu  Keputusan   pembelian
         konsumen yang melalui proses mental   terlebih     dahulu, sangat
         tergantung kepada bagaimana   perusahaan   menerapkan   sistem
         periklanannya (Kotler, 2001 : 120).

                  Dengan  demikian   Hubungan   antara    periklanan dengan
         keputusan    pembelian     adalah    periklanan    sangat   berperan
         untuk       menentukan   sikap     dari      para    konsumen    untuk
         memutuskan  produk atau  merek apa yang    akan   mereka pilih,
         begitu      juga        sebaliknya     keputusan       pembelian     dari
         konsumen     bisa     menentukan     berhasil   atau  tidaknya suatu
         periklanan.









6

2.1.4 Evaluasi Terhadap Penelitian Terdahulu

No
Tahun
Peneliti
Judul Penelitian
Hasil Penelitian
Sumber Publikasi
1.
2007
Nofitasari, Weny
Pengaruh Iklan di Televisi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Pond’s (Studi Pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang).
Ada Pengaruh yang Signifikan Iklan di Televisi Secara Simultan  Terhadap Keputusan Pembelian Produk Pond’s Mahasiswa FE Universitas Negeri Malang.
Perpustakaan Universitas Negeri Malang.



   7

2.
2008
Bintani, Rian
Pengaruh Periklanan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Bandung.

Ada Pengaruh periklanan yang dilakukan PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) terhadap keputusan pembelian.
Perpustakaan Digital Widyatama
3.
2009
Amin, Faizal
Pengaruh Periklanan melalui Televisi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga.
Ada Pengaruh Periklanan Melalui Televisi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga.
Perpustakaan Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta.



8

2.2 Kerangka Konseptual
            Periklanan merupakan alat komunikasi antara penjual dengan pembeli, sehingga keinginan mereka dapat dipenuhi, dengan adanya  iklan, pembeli akan memiliki kesan tertentu untuk memutuskan produk dan merek apa yang akan mereka beli. Begitu juga dengan keputusan pembelian dari para pembeli, penjual dapat melihat animo ataupun penilaian dari strategi periklanan yang telah mereka tetapkan.

           Pengaruh antara periklanan dengan keputusan pembelian tersebut  bisa dijelaskan dalam skema dibawah ini.
 



2.3 Hipotesis

H0 : Diduga tidak  ada   pengaruh   antara periklanan  terhadap   keputusan pembelian PRIMA XP di Desa Gapura Suci.  

HA : Diduga    ada    pengaruh    antara    periklanan   terhadap   keputusan   pembelian PRIMA XP di Desa Gapura Suci.









9

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Objek Penelitian dan Ruang Lingkup Penelitian
     a.   Objek Penelitian
                Objek  Penelitian  yang  diteliti   adalah    keputusan   pembelian
            Konsumen yang ada di Desa Gapura Suci dalam  membeli ataupun
            memilih  produk   minyak   pelumas   Prima  XP    serta   menelaah
            lebih   jauh   tentang proses  pengambilan   keputusan    konsumen.
            Pengambilan    keputusan  konsumen   pada    dasarnya merupakan
            pemecahan    masalah   dalam   hal     membeli    ataupun   memilih
            produk.  Walaupun     nyata     sekali  bahwa    berbagai  konsumen
            memilih untuk membeli barang-barang yang   berbeda   disebabkan
            oleh  perbedaan   karakteristik pribadi (kebutuhan,   manfaat   yang
            dicari, sikap, nilai, pengalaman    masa   lalu, dan gaya  hidup)  dan
            pengaruh sosial  (perbedaan kelas sosial, kelompok   rujukan,   atau
            kondisi   keluarga)    serta   sebenarnya  yang  paling   vital   adalah
            media periklanaan yang merangsang mereka untuk membeli, untuk
            itu saya tertarik   untuk meneliti hal-hal tersebut terutama pengaruh
            periklanan terhadap keputusan pembelian.
  1. Ruang Lingkup Penelitian
      Ruang lingkup penelitian ini adalah Periklanan yang dilakukan oleh PT. Pertamina yang menjual produk Prima XP, dimana periklanan merupakan salah satu cara bagi sebuah perusahaan untuk     memperkenalkan   produknya   dan   perusahaan   tersebut haruslah  memiliki   strategi   beriklan. Strategi beriklan terdiri dari dua unsur utama yaitu, menciptakan pesan iklan dan memilih media       iklan,      dimasa       lampau    kebanyakan     perusahaan

10

mengembangkan rencana pesan dan media   secara   terpisah. Akan
tetapi, dewasa ini fragmentasi media, meroketnya biaya media, dan strategi pemasaran dengan sasaran lebih terfokus mempromosikan pentingnya fungsi perencanaan media.
    
3.2 Definisi Operasional
      a.   Keputusan Pembelian (Y)
            Keputusan pembelian adalah suatu keputusan yang dilakukan oleh konsumen, baik konsumen individu maupun pembeli organisasi melalui proses mental yang hampir sama dalam memutuskan produk dan merek apa yang akan dibeli.
      b.   Periklanan (X)
            Periklanan adalah bentuk penyajian non personal (bukan perseorangan) dari suatu informasi yang biasanya dibayar oleh sponsor yang jelas dan mengandung ajakan tentang penggunaan produk, jasa dan ide-ide dengan melalui beberapa media.

3.3 Jenis Penelitian
      a. Penelitian Menurut Tujuan       
                Jenis  penelitian   yang  dilakukan  dalam  penelitian  ini  adalah
           penelitian   dasar   atau   penelitian   murni   (basic  research),  yaitu
           penelitian  yang  berguna  untuk mengembangkan ilmu, tetapi tidak
           secara   langsung    memecahkan    suatu    masalah,    hanya    ingin
           mengetahui konsep dasarnya saja.
      b. Penelitian Menurut Metode
                 Dalam   penelitian   ini,  metode yang digunakan untuk meneliti
           adalah  penelitian  survei,  yaitu penelitian yang dilakukan terhadap
           sampel dari suatu populasi tertentu.
                       

11

3.4 Jenis Data dan Sumber Data
a.   Sumber Data
     Untuk menyusun suatu karya ilmiah diperlukan data, baik berupa data primer maupun data sekunder, yaitu akan dijelaskan sebagai berikut :
      1.  Data Primer
Adalah data yang diperoleh secara langsung yang berasal dari sumbernya, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden.
             2.  Data Sekunder
                        Merupakan  sumber   data  penelitian yang diperoleh secara
                   tidak langsung dari sumbernya  tetapi melalui media perantara.
                   Seperti      buku-buku    literatur,   surat    kabar,   majalah, dan
                   informasi    yang    berhubungan  dengan masalah yang sedang
                   diteliti.
b.  Jenis Data
                 Jenis  data   yang  dilakukan  dalam  penelitian  ini  adalah  data
            objek, yaitu jenis data yang  berupa  opini, sikap,  pengalaman atau
            karakteristik  dari  seseorang  atau sekelompok orang yang menjadi
            objek penelitian (responden).

3.5 Teknik Pengumpulan Data
             Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah open interview. Open interview adalah merupakan jenis wawancara dengan menggunakan suatu pertanyaan yang khas, responden khas, dan cara bertanya khas serta jenis informasinya bersifat umum.




12

3.6 Sampel
            Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Dajan, Anto 1986 : 111). Untuk mendapat informasi dari setiap anggota populasi, peneliti harus menentukan sampel yang sejenis atau yang bisa mewakili populasi dalam jumlah tertentu. Sampel adalah bagian dari populasi yang karakteristiknya akan diteliti. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 100 responden.
a.   Ukuran
     Ukuran sampel adalah jumlah sampel dari populasi   yang  diteliti dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang diteliti adalah berjumlah 100 orang yang merupakan konsumen minyak pelumas di Desa Gapura Suci.

b.   Cara Penarikan Sampel
     Cara penarikan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling). Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Sampel dan populasi dipilih secara random.

3.7 Teknik Analisis Data
3.7.1 Uji Prasyarat
                a. Uji Normalitas
                         Uji normalitas dimaksudkan   untuk    menguji kenormalan
                    data.   Jika    berdistribusi     normal,    maka      uji    hipotesis
                    menggunakan     statistik parametik, sedangkan jika data tidak
                    berdistribusi    normal,   maka    uji     hipotesis  menggunakan
                    statistik non parametik.  
         
13            
          
               b. Uji Multikolenearitas
 Uji    multikolenearitas    bertujuan   untuk menguji apakah
  model   regresi    ditemukan    adanya    korelasi antar variabel
  bebas (independent variable).    
               c. Uji Heteroskedastisitas
      Uji   heteroskedastisitas   bertujuan   menguji apakah dalam
  model   regresi   terjadi   ketidaksamaan veriance dari residual
  satu pengamatan   ke   pengamatan yang lain. Jika varian tetap
  maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda maka terjadi
  problem    heteroskedastisitas.   Model regresi yang baik yaitu
  homoskesdatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
   d. Uji Auto Korelasi
Uji autokorelasi    bertujuan  menguji apakah model regresi
  linier ada korelasi antara  kesalahan pengganggu pada periode
  t dengan kesalahan   pengganggu   pada periode   sebelumnya.
  Jika    terjadi   korelasi     maka     dinamakan    ada    problem
  autokorelasi.

      3.7.2 Alat Analisis
                     Metode    analisis   data  yang digunakan dalam penelitian ini
               adalah    menggunakan   analisis     regresi  sederhana yaitu untuk
               menganalisis      seberapa    besar      pengaruh     suatu    variabel
               independent. Bentuk persamaan regresi sederhana adalah sebagai
               berikut :       
                             Y = α0+ βX1+ e
                Dimana :
                                Y   :  Keputusan Pembelian
                                α0    :   Konstanta
                                 β   :  Koefisien regresi parsial
                                 X  :  Periklanan
    14
          
                Besarnya a dan b dapat dihitung dengan rumus :
                                 a    =     
                                 b    =     

3.8 Uji Hipotesis
a.   Uji t
Uji t adalah pengujian hipotesa yang bertujuan untuk melihat variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial (satu persatu). Pengujian hipotesa dengan uji  t  adalah sebagai berikut (Dajan, Anto, 1996 : 321) :
     
Dimana :
      bi      :    Koefisien regresi parsial
      sbi       :    Standar error of the regression coefficient

Untuk mendapatkan standar error dari  bi digunakan  rumus berikut (Dajan, Anto, 1996 : 325) :
      SY.X   =         







15

b.   Uji F
Uji F adalah pengujian hipotesa yang bertujuan untuk melihat variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan (bersama-sama), dengan rumus sebagai berikut :
                        F    = 
                 
                  Dimana :
                       R 2  :     Koefisien determinasi
                       k    :     Jumlah variabel independen
                        n    :      Jumlah sampel
                        F    :     F-hitung

















16

DAFTAR PUSTAKA


Kotler,  Philip  dan    Amstrong,   Gary. 1997.   Dasar-Dasar  Pemasaran,
           Jilid II, Prenhallindo, Jakarta.
Kotler, Philip dan   Amstrong,  Gary.  2001.  Prinsip-Prinsip   Pemasaran,
            Jilid I, Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip. 2002.   Manajemen   Pemasaran, Jilid I.   Penerbit PT  Ikrar
             Mandiri Abadi, Jakarta.
Sunarto, 2004. Prinsip-Prinsip  Pemasaran.   Penerbit   AMUS,   UST dan
             Mehenoko Total Design, Yogyakarta.
Tjiptono,   Fandi.   2000.   Strategi   Pemasaran.   Penerbit    Andi    Ofset,
             Yogyakarta.
Kasali,    Rhenald.   1999.   Manajemen      Periklanan.    Penerbit   BPFE,
             Yogyakarta.
Suharsimi,   Arikunto.   2002.    Prosedur    Penelitian,   Suatu Pendekatan
             Praktek. Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta.
Sugiyono, 2005.  Metode     Penelitian    Bisnis.    Penerbit    CV Alfabeta,
             Bandung.
Dajan, Anto. 1986. Pengantar Metode Statistik Jilid II, LP3ES, Jakarta.
Dajan, Anto. 1996. Pengantar Metode Statistik Jilid I, LP3ES, Jakarta.
Boyd, Harper W. 2000. Manajemen Pemasaran, Jilid I, Erlangga, Jakarta.











17

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar