Jumat, 09 Desember 2011


PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA
PEGAWAI DI LINGKUNGAN
DINAS BINA MARGA PROPINSI JAMBI


A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
    Berbagai pengaruh perubahan yang terjadi akibat reformasi menuntut organisasi baik organisasi swasta maupun pemerintah untuk mengadakan inovasi-inovasi guna menghadapi tuntutan perubahan dan berupa-ya menyusun kebijakan yang selaras dengan perubahan lingkungan. Suatu organisasi harus mampu menyusun kebijakan yang tepat untuk mengatasi setiap perubahan yang akan terjadi. Penyusunan kebijakan yang menjadi perhatian manajemen salah satunya menyangkut pemberdayaan sumber daya manusia. Fenomena perubahan mendasar yang dimanifestasikan dengan lahirnya Undang- Undang No. 32 Tahun 2004 sebagai pengganti Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah telah memberikan arah perubahan dalam penye-lenggaraan pemerintahan dan kepegawaian Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai implikasi langsung terhadap kesiapan pengembangan sumber daya
manusia, dan ketersediaan sumber daya lainnya.

     Perubah-an tersebut membawa dampak pada peru-bahan budaya organisasi yang mau tidak mau harus menghadapi serangkaian adaptasi yang harus dilakukan atas keberagaman (diversitas) atribut demografi seperti; ras, kesukuan, gender, usia status fisik, agama, pendidikan, dan lain sebagainya. Selain keberagaman, tantangan cukup kompleks adalah bagaimana mengubah budaya organisasi lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai budaya


2. Metodologi
1. Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan berupa data primer diperoleh dari Pegawai Dinas Bina Marga Propinsi Jambi. Data tersebut dikumpulkan dengan teknik kuesioner atau penyebaran angket.

2. Populasi dan Sampel
Populasi di sini adalah Pegawai di lingkungan Dinas Bina Marga Propinsi Jambi. Pegawai tersebut berjumlah 270 Orang. Sampel yang digunakan sebanyak 100 Orang yang ditentukan dengan metode accidental sampling.

3. Definisi Operasional Variabel
a. Motivasi Kerja, adalah total skor atas pertanyaan/pernyataan dengan indikator:
tingkat kompensasi, kondisi kerja yang baik, perasan diikut sertakan, pemberian penghargaan, tugas pekerjaan yang sifatnya menarik dan cara pendisiplinan yang manusiawi (Siagian, 1995: 30).
b. Budaya Organisasi, adalah total skor pertanyaan/pernyataan dengan indikator:
inisiatif, toleransi terhadap tindakan beresiko, kejelasan arah organisasi, integrasi, dukungan dari manajemen, kontrol, identitas, sistem imbalan, toleransi
terhadap konflik, dan komunikasi.
c. Kinerja Organisasi, adalah total skor atas pertanyaan/pernyataan dengan indikator: kualitas kerja, kuantitas kerja, pengetahuan, keandalan, kehadiran dan kerjasama.

B. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pengujian Alat Ukur
a) Uji Validitas
Koefsien korelasi antara skor item dengan skor total diperlihatkan pada kolom Corrected Item Total Correlation. Koefisien korelasi yang kurang dari 0,3 menunjukkan item pertanyaan tidak mengukur apa yang hendak diukur (tidak valid). Sebaliknya, koefisien korelasi yang lebih besar dari 0,3 menunjukkan bahwa item pertanyaan meng-ukur apa yang hendak diukur (valid).
ΓΌ      Uji Ketepatan Parameter Penduga (estimate) Koefisien thitung variabel motivasi sebesar 6,390 signifikan pada _ = 1%, maka hipotesis nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Berarti variabel motivasi secara individual mempengaruhi variabel kinerja organisasi. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa Motivasi berpengaruh positif terhadap Kinerja diterima kebenarannya. Koefisien thitung variabel Budaya Organisasi sebesar 18,502 signifikan pada _ = 1%, maka hipotesis nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Berarti variabel Budaya Organisasi secara individual mempengaruhi variabel kinerja organisasi. Budaya Organisasi mempunyai pengaruh yang lebih kuat dibandingkan motivasi berdasarkan koefisien regresi. Dengan demi-kian hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh positif terhadap Kinerja diterima kebenaran-nya.

b) Uji Ketepatan Model
1. Uji F
Uji F untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen bersama-sama. Menurut Kuncoro (2001: 98) uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

2. Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Setiaji (2005: 20) koefisien determinasi (R2) pada intinya digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel yang terikat. Dari tabel IV.10 atau lampiran diketahui nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,804 artinya sebesar 80,4 % variabel motivasi kerja, dan budaya organisasi mampu mempengaruhi variabel kinerja organisasi secara signifikan, sedangkan sebesar 19,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model.

c) Uji asumsi Klasik.
1. Uji Normalitas
Dari hasil pengolahan data , diketahui koefisien skewness (kemencengan) sebesar - 0,184 dan nilai satistik kurtosis sebesar 3,112. Nilai ini dimasukkan dalam rumus Jarqu Berra (JB test) akan dihasilkan nilai sebesar 0,6165 yang kemudian dibanding-kan dengan tabel Chi Square dengan derajat bebas 2 pada tingkat keyakinan 95% (9,21).
2. Uji Otokorelasi
Nilai Durbin watson (DW) dari analisis data diperoleh sebesar 1,843 adalah terletak antara 1,72 dan 2,28 maka tidak terjadi otokorelasi.

C. PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Variabel bebas motivasi kerja, dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai.
b. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,804 artinya sebesar 80,4 % variabel
motivasi kerja, dan budaya organisasi mampu mempengaruhi variabel Kinerja Pegawai secara signifikan, sedangkan lainnya sebesar 19,6% dipengaruhi oleh variabel yang tidak dimasukkan dalam model.
c. Variabel bebas motivasi, dan budaya organisasi secara individual berpengaruh
secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai.
d. Variabel budaya organisasi mempunyai pengaruh yang lebih kuat terhadap Kinerja Pegawai dibandingkan variabel motivasi kerja.

2. Saran-saran
a. Peningkatan Kinerja Pegawai dapat dilakukan dengan jalan merubah/memperbaiki budaya organisasi yang lebih baik karena Budaya Orgnaisasi secara positif signifikan mempengaruhi Kinerja
b. Cara lain untuk meningkatkan Kinerja Pegawai yaitu dengan meningkatkan Motivasi Kerja karena motivasi kerja berpengaruh secara positif signifikan terhadap Kinerja Pegawai.

D. DAFTAR PUSTAKA

Ahyari, Agus, (1983), Kepemimpinan Efektif dalam Perusahaan suatu Pendekatan Psikologi, Liberty, Jogyakarta.
As’ad, Moh, (1999), Seri Sumber Daya Manusia Psikologi Industri, Cetakan 4, Liberty, Yogyakarta.
Cascio, Wayne F., (1992), Managing Human Resources, Productivity, Quality of Work Life and Profit, Second Edition, Mc.Graw-Hill, Inc., New York.
Davis, Keith, and Newstrom, W. John, (1989), Human Behavior at Work: Organizational Behavior, McGraw Hill International, New York.
Dwiyanto, Agus, (1995), Penilaian Kinerja Organisasi Pelayanan Publik, Fakultas Sosial Politik UGM, Yogyakarta.
Gaspersz, Vincent, (1996), Manajemen Kualitas dalam Industri Jasa, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Gujarati, Damodar, (1995), Basic Econometrics, (3rd edition ed.), Mc-Graw Hill, New York.
_______________, (2003), Basic Econometrics, fourth edition, Mc Graw Hill, Singapore.
Hasibuan, S. P. Malayu, (1989), Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Kartono, Kartini, (1999), Pemimpin dan Kepemimpinan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Koswara E., (2000), Motivasi teori dan Penelitiannya, Cetakan I, Angkasa, Bandung.
Yogyakarta.
Thoha, Miftah, (1983), Kepemimpinan dalam Manajemen, Penerbit. CV. Rajawali, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar