Selasa, 06 Desember 2011

PEMASARAN


PEMASARAN 

Editing : Anang Rosida


Bab 1
Pemasaran

A. Definisi Pemasaran
        Pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap kembali nilai dari pelanggan

B. Proses Pemasaran (Model Sederhana)
G1-1a









    

 Langkah-langkah   Proses Pemasaran :    
  1. Pertama, pemasar harus memahami pasar dan kebutuhan serta keinginan pelanggan
  2. Berikutnya, pemasar merancang strategi pemasaran yang digerakkan pelanggan dengan tujuan mendapatkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan sasaran
  3. Dalam langkah ketiga, pemasar membangun program pemasaran yang benar-benar memberikan nilai unggul
  1. Seluruh langkah ini membentuk dasar bagi langkah keempat, membangun hubungan pelanggan yang menguntungkan, dan menciptakan kepuasan pelanggan
  2. Pada langkah terakhir, perusahaan mendapatkan hasil dari hubungan pelanggan yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan

C. Memahami Pasar dan Pelanggan
•         Perusahaan pemasaran terkemuka berusaha lebih jauh mempelajari dan memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggannya
•         Pemahaman ini membantu mereka merancang penawaran pasar yang memuaskan keinginan dan membangun beban nilai hubungan pelanggan yang dapat dipakai untuk menangkap nilai seumur hidup pelanggan dan pangsa pelanggan yang lebih besar

•         Hasilnya adalah peningkatan ekuitas jangka panjang pelanggan bagi perusahaan

D.Konsep Inti Pasar
Konsep inti pasar mencakup:
•         Kebutuhan, keinginan, dan permintaan
•         Penawaran pasar (produk, jasa, dan pengalaman)
•         Nilai dan kepuasan
•         Pertukaran dan hubungan
•         Pasar

 Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan
•         Kebutuhan adalah keadaan yang muncul dari perasaan kekurangan
•         Keinginan adalah bentuk kebutuhan manusia yang terbentuk oleh budaya dan kepribadian seseorang
•         Jika didukung oleh daya beli, keinginan menjadi permintaan

 Penawaran Pasar
•         Penawaran pasar adalah kombinasi produk, jasa, informasi, atau pengalaman yang ditawarkan ke pasar untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan tertentu
•         Rabun jauh pemasaran (marketing myopia) adalah kesalahan akibat lebih memperhatikan produk tertentu dari perusahaan alih-alih manfaat dan pengalaman yang dihasilkan oleh produk tersebut

 Pertukaran dan Pasar
•         Pertukaran adalah tindakan untuk mendapatkan objek yang diinginkan dari pihak tertentu dengan menawarkan imbalan
•         Pasar adalah kumpulan semua pembeli aktual dan potensial dari suatu produk dan jasa

 Sistem Pemasaran Modern
    
Elemen-elemen
G1-2









E. Manajemen Pemasaran
          Manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu memilih target pasar dan membangun hubungan yang menguntungkan dengan target pasar tersebut

    Strategi Pemasaran
            yang Digerakkan oleh Pelanggan  
•         Untuk merancang strategi pemasaran yang unggul, mula-mula perusahaan harus memutuskan siapa yang akan dilayaninya
•         Perusahaan melakukan hal ini dengan membagi pasar menjadi segmen pelanggan (segmentasi pasar) dan memilih segmen mana yang akan dituju (target pemasaran) 
•         Berikutnya, perusahaan harus memutuskan bagaimana cara perusahaan itu melayani pelanggan sasaran (bagaimana perusahaan akan mendiferensiasikan dan memposisikan dirinya sendiri di pasar)
•         Perusahaan menyediakan kebutuhan dengan mengedepankan proposisi nilai, sekumpulan keuntungan yang dijanjikan mereka pada pelanggan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan
•         Proposisi nilai terpenuhi melalui penawaran pasar yang memberikan nilai dan kepuasan pelanggan, menghasilkan hubungan timbal-balik jangka panjang dengan pelanggan

   Lima Orientasi Pasar  
•         Manajemen pemasaran dapat mengadopsi salah satu dari lima orientasi pasar
•         Konsep produksi menyatakan bahwa tugas manajemen adalah meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan harga
•         Konsep produk menyatakan bahwa konsumen menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur inovatif terbaik; karena itu hanya diperlukan sedikit usaha promosi
•         Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi kecuali organisasi mengadakan penjualan dalam skala besar dan usaha promosi
•         Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan target pasar dan menghantarkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing
•         Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa menghasilkan kepuasan pelanggan dan kesejahteraan sosial jangka panjang adalah kunci untuk mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi tanggung jawabnya

   Manajemen Hubungan Pelanggan
•         Dalam arti luas, manajemen hubungan pelanggan adalah proses membangun dan memelihara hubungan pelanggan yang menguntungkan dengan menghantarkan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul
•         Tujuan manajemen hubungan pelanggan adalah menghasilkan ekuitas pelanggan yang tinggi, gabungan nilai seumur hidup pelanggan dari semua pelanggan perusahaan

  Kunci dari Hubungan yang Langgeng
     Kunci untuk membangun hubungan yang langgeng adalah menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul

   Strategi Menciptakan Nilai bagi Pelanggan
•         Perusahaan tidak hanya ingin mendapatkan pelanggan yang menguntungkan, tetapi membangun hubungan yang akan mempertahankan dan menumbuhkan "pangsa pelanggan“
•         Jenis pelanggan yang berbeda memerlukan strategi manajemen hubungan pelanggan yang berbeda

   Strategi Menangkap Kembali Nilai dari Pelanggan
•         Tujuan pemasar adalah membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat

•         Sebagai imbalan karena telah menciptakan nilai bagi pelanggan sasaran, perusahaan menangkap nilai dari pelanggan dalam bentuk laba dan ekuitas pelanggan

   Manajemen Hubungan Kemitraan
•         Dalam membangun hubungan pelanggan, pemasar yang baik menyadari bahwa mereka tidak dapat berjalan sendiri
•         Mereka harus bekerja sama dengan mitra pemasaran di dalam dan di luar perusahaan
•         Selain mampu melaksanakan manajemen hubungan pelanggan yang baik, mereka juga harus mampu melaksanakan manajemen hubungan kemitraan yang baik

   Perubahan Dramatis dalam Pemasaran

     Teknologi
          Perkembangan pesat teknologi komputer, telekomunikasi, informasi, transportasi, dan teknologi lain telah menciptakan cara baru yang menarik untuk mempelajari dan melacak pelanggan dan menciptakan produk dan jasa yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan perorangan



Globalisasi
•         Dalam dunia yang semakin kecil, saat ini banyak pemasar yang terhubung secara global dengan pelanggan dan mitra pemasaran mereka
•         Saat ini, hampir semua perusahaan, besar maupun kecil, tersentuh oleh kompetisi global

Tanggung Jawab Etika dan Sosial
•         Pemasar masa kini juga mempelajari kembali tanggung jawab etika dan sosial mereka
•         Pemasar diharapkan mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas dampak sosial dan lingkungan dari tindakan mereka

Organisasi Nirlaba
•         Akhirnya, di masa lalu, pemasaran telah diterapkan secara luas dalam sektor bisnis untuk menghasilkan laba
•         Meskipun demikian, pada tahun-tahun terakhir, pemasaran juga telah menjadi bagian utama dari strategi berbagai organisasi nirlaba, seperti kampus, rumah sakit, museum, kebun binatang, orkestra simfoni, dan bahkan gereja

O. Perkembangan Baru yang Utama dalam Pemasaran
•         Perkembangan baru yang utama dalam pemasaran dapat disimpulkan menjadi satu kata: hubungan
•         Saat ini, semua pemasar mengambil keuntungan dari peluang baru untuk membangun hubungan dengan pelanggan mereka, mitra pemasaran mereka, dan dunia di sekitar mereka



Bab 2
Perusahaan dan Strategi Pemasaran

A. Perencanaan Strategis
•         Perencanaan strategis memberikan dasar bagi perencanaan lanjutan perusahaan
•         Kontribusi pemasaran bagi perencanaan strategis, dan keseluruhan rencana mendefinisikan peranan pemasaran dalam perusahaan
•         Walaupun perencanaan formal menawarkan berbagai macam keuntungan bagi perusahaan, tidak semua perusahaan menggunakannya atau menggunakannya dengan baik

B. Pengembangan Strategi
•         Perencanaan strategis melibatkan pengembangan strategi untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan jangka panjang
•         Hal ini mencakup empat langkah:
1.      Mendefinisikan misi perusahaan secara jelas
2.      Membuat sasaran dan tujuan
3.      Mendesain portofolio bisnis
4.      Mengembangkan rencana fungsional

Empat Langkah   Pengembangan Strategi
  1. Mendefinisikan misi perusahaan secara jelas dimulai dengan membuat draft dari pernyataan misi secara formal, yang harus:
–        Berorientasi pada pasar
–        Realistis
–        Spesifik
–        Memotivasi
–        Konsisten dengan lingkungan pemasaran
  1. Misi ini kemudian ditransformasikan menjadi tujuan utama dan sasaran pendukung secara detail untuk memandu seluruh perusahaan
  1. Berdasarkan tujuan dan sasaran ini, kantor pusat merancang portofolio bisnis, menentukan bisnis dan produk mana yang harus menerima lebih banyak atau lebih sedikit sumber daya
  1. Berikutnya, masing-masing unit bisnis dan produk harus mengembangkan rencana pemasaran secara mendetail sejalan dengan rencana keseluruhan perusahaan

C. Portofolio Bisnis
           Dipandu oleh pernyataan misi dan tujuan perusahaan, manajemen merencanakan portofolio bisnis-nya, yaitu kumpulan bisnis dan produk yang membentuk perusahaan

Sesuai dengan Saat Ini dan Masa Depan
•         Perusahaan hendak membuat portofolio bisnis yang paling sesuai dengan kekuatan dan kelemahan menghadapi peluang dalam lingkungannya
•         Untuk melakukan hal ini, perusahaan harus:
–        Menganalisis dan menyesuaikan portofolio bisnis saat ini
–        Mengembangkan strategi pertumbuhan dan penyusutan untuk menyesuaikan dengan portofolio masa depan

Metode Perencanaan
•         Perusahaan dapat menggunakan metode perencanaan portofolio formal
•         Tetapi banyak perusahaan saat ini merancang pendekatan perencanaan portofolio khusus yang lebih sesuai dengan situasi mereka yang khas

Strategi Pertumbuhan dan Penyusutan
         Kisi-kisi ekspansi produk/pasar menyarankan empat kemungkinan arah pertumbuhan:
–        Penetrasi pasar
–        Pengembangan pasar
–        Pengembangan produk
–        Diversifikasi

Perencanaan Strategis (Peran Kunci Pemasaran)
•         Pemasaran memegang peranan kunci dalam perencanaan strategis perusahaan dengan menyediakan filosofi konsep-pemasaran dan masukan mengenai peluang pasar yang menarik
•         Dalam unit bisnis individual, pemasaran:
–        Merancang strategi untuk mencapai tujuan unit
–        Membantu menjalankannya secara menguntungkan

Perencanaan Strategis (Kerja Sama dalam Mencapai Tujuan)
        Dalam rencana strategis, departemen fungsional utama
—pemasaran, keuangan, akuntansi, pembelian, operasi, sistem informasi, sumber daya manusia, dan lain-lain—harus bekerja sama untuk mencapai tujuan strategis

D. Kerja Sama dalam Mencapai Tujuan
     
Manajemen Hubungan Kemitraan
•         Pemasar tidak dapat menghasilkan nilai yang unggul bagi pelanggannya apabila bekerja sendirian
•         Kesuksesan perusahaan bergantung pada:
–        Bagaimana masing-masing departemen melaksanakan aktivitas bernilai tambah bagi pelanggan
–        Bagaimana departemen bekerja sama dengan baik untuk melayani pelanggan
•         Karena itu, pemasar harus menjalankan manajemen hubungan kemitraan

Manajemen Hubungan Kemitraan
•         Manajemen hubungan kemitraan bekerja secara erat dengan rekan dalam departemen lainnya di perusahaan dan membentuk rantai nilai (value chain) untuk melayani pelanggan
•         Manajemen hubungan kemitraan harus bekerja sama secara efektif dengan perusahaan lainnya dalam sistem pemasaran untuk membentuk jaringan penghantar nilai (value delivery network) unggul yang kompetitif

Strategi Program Pemasaran
        Nilai dan hubungan pelanggan merupakan inti utama strategi dan program pemasaran

Strategi Program Pemasaran
        Melalui:
–        Segmentasi pasar
–        Penetapan target pasar
–        Diferensiasi dan posisi pasar

        Perusahaan:
–        Membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil
–        Memilih segmen yang dapat dilayani paling baik
–        Menentukan bagaimana perusahaan memberikan nilai kepada pelanggan sasaran

  Bauran Pemasaran
•         Perusahaan kemudian merancang bauran pemasaran yang terintegrasi untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran
•         Bauran pemasaran terdiri atas keputusan:
–        Produk (product)
–        Harga (price)
–        Tempat (place)
–        Promosi (promotion)

Mengelola Usaha Pemasaran
         Untuk menemukan strategi dan bauran terbaik dan menempatkannya menjadi tindakan, perusahaan perlu terlibat dalam:
–        Analisis pemasaran
–        Perencanaan
–        Implementasi
–        kendali

Rencana Pemasaran
       Komponen utama dari rencana pemasaran adalah:

–        Rangkuman eksekutif
–        Situasi pasar saat ini
–        Ancaman dan peluang
–        Tujuan dan permasalahan
–        Strategi pemasaran
–        Program tindakan
–        Anggaran
–        Pengendalian

Organisasi Pemasaran
  
Departemen Pemasaran
•         Sebagian besar tanggung jawab implementasi dipikul oleh departemen pemasaran perusahaan
•         Departemen pemasaran dapat diatur dalam bentuk tunggal atau gabungan:
–        Organisasi pemasaran fungsional
–        Organisasi geografis
–        Organisasi manajemen produk
–        Organisasi manajemen pasar

Organisasi Pemasaran
    
Fokus dalam Era Hubungan Pelanggan
          Dalam era hubungan pelanggan ini, semakin banyak perusahaan yang mengubah fokus organisasi mereka dari manajemen produk atau manajemen wilayah menjadi manajemen hubungan pelanggan

Kendali Pemasaran
•         Organisasi pemasaran melaksanakan kendali pemasaran, baik kendali operasi maupun kendali strategis
•         Mereka menggunakan audit pemasaran untuk menentukan peluang dan masalah pemasaran serta merekomendasikan tindakan jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbaiki seluruh kinerja pemasaran

Pengembalian Investasi Pemasaran
•         Manajer pemasaran harus memastikan bahwa dana pemasaran mereka tidak terbuang percuma
•         Saat ini pemasar menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memperlihatkan bahwa mereka memberikan nilai tambah sejalan dengan biaya yang mereka keluarkan
•         Dalam meresponsnya, pemasar mengembangkan ukuran tingkat pengembalian investasi pemasaran yang lebih baik

Pengembalian Investasi Pemasaran
         
Fokus pada Pelanggan
             Semakin banyak pemasar yang menggunakan ukuran dampak pemasaran yang berfokus pada pelanggan sebagai masukan utama bagi pengambilan keputusan strategisnya










Bab 3
Lingkungan Pemasaran

A. Lingkungan Mikro Perusahaan
        Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari pelaku lain yang dekat dengan perusahaan dan bergabung untuk membentuk jaringan penghantar nilai perusahaan atau mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggannya

Internal dan Saluran Pemasaran
  1. Lingkungan mikro meliputi lingkungan internal perusahaan—beberapa departemen dan tingkat manajemennya—karena lingkungan internal itu mempengaruhi pengambilan keputusan pemasaran
  1. Firma saluran pemasaran—pemasok dan perantara pemasaran, termasuk penjual perantara, firma distribusi fisik, agen jasa pemasaran, dan perantara keuangan—bekerja sama untuk menciptakan nilai pelanggan
  2. Lima jenis pasar pelanggan meliputi konsumen, bisnis, penjual perantara, pemerintah, dan pasar internasional
  3. Pesaing menantang perusahaan dalam usahanya melayani pelanggan dengan lebih baik
  4. Terakhir, beragam masyarakat mempunyai kepentingan aktual atau potensial atau dampak bagi kemampuan perusahaan untuk memenuhi tujuannya

B. Lingkungan Makro
•         Lingkungan makro terdiri dari kekuatan sosial yang lebih besar yang mempengaruhi keseluruhan lingkungan mikro
•         Kekuatan-kekuatan ini membentuk peluang dan menempatkan ancaman bagi perusahaan

Lingkungan Makro
          Enam kekuatan yang membentuk lingkungan makro perusahaan meliputi kekuatan:
–        Demografis
–        Ekonomi
–        Alam
–        Teknologi
–        Politik
–        Budaya

     Lingkungan Demografis
•         Demografi adalah studi karakteristik populasi manusia
•         Saat ini lingkungan demografis memperlihatkan:
–        Struktur usia yang berubah
–        Perubahan profil keluarga
–        Perubahan populasi geografis
–        Populasi terdidik dan pekerja kerah putih yang lebih banyak
–        Peningkatan keragaman

       Lingkungan Ekonomi
•         Lingkungan ekonomi terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelian
•         Lingkungan ekonomi cenderung ditentukan oleh perhatian konsumen pada nilai dan perubahan pola belanja konsumen

Perubahan Lingkungan Demografis dan Lingkungan Ekonomi  
        Saat ini konsumen yang terperas secara finansial sedang mencari nilai yang lebih besar—kombinasi yang tepat dari kualitas dan jasa yang baik pada harga yang wajar
•         Distribusi pendapatan juga berubah
•         Orang kaya semakin kaya, kelas menengah menurun, dan orang miskin tetap miskin, menghasilkan dua tingkat pasar
•         Sekarang banyak perusahaan melakukan penawaran pemasaran mereka pada dua pasar yang berbeda—orang kaya dan orang miskin

Lingkungan Alam
•         Lingkungan alam memperlihatkan tiga gejala utama:
–        Kelangkaan bahan mentah tertentu
–        Tingkat polusi yang lebih tinggi
–        Semakin banyaknya intervensi pemerintah dalam manajemen sumber daya alam
•         Kepedulian lingkungan menciptakan peluang pasar bagi perusahaan yang waspada

Lingkungan Teknologi
•         Lingkungan teknologi menciptakan peluang dan tantangan
•         Perusahaan yang gagal mengikuti perkembangan teknologi akan kehilangan peluang produk dan pemasaran baru

Lingkungan Politik
        Lingkungan politik terdiri dari hukum, badan, dan kelompok yang mempengaruhi atau membatasi tindakan pemasaran. Lingkungan politik telah mengalami tiga perubahan yang mempengaruhi pemasaran di seluruh dunia:
–        Semakin banyaknya undang-undang yang mengatur bisnis
–        Penegakan hukum yang kuat oleh badan pemerintah
–        Penekanan tindakan tanggung jawab etika dan sosial yang lebih besar

Lingkungan Budaya
      Lingkungan budaya terdiri dari institusi dan kekuatan yang mempengaruhi:
–        Nilai
–        Persepsi
–        Selera
–        Perilaku sosial

                  Perubahan-perubahan
                        Lingkungan budaya memperlihatkan:
–        Kecenderungan menuju "kepompong" digital
–        Kepercayaan kepada institusi yang semakin berkurang
–        Peningkatan rasa patriotisme
–        Kepedulian terhadap alam yang semakin besar
–        Spiritualisme baru
–        Pencarian nilai yang lebih berarti dan abadi

Lingkungan Pemasaran
     
Reaksi Perusahaan  
•         Perusahaan dapat secara pasif rnenerima lingkungan pemasaran sebagai elemen yang tidak dapat dikendalikan di mana mereka harus:
–        Beradaptasi
–        Menghindari ancaman
–        Memanfaatkan peluang yang ada

•         Atau perusahaan dapat mengambil tindakan proaktif, bekerja untuk mengubah lingkungan dan tidak hanya bereaksi terhadapnya
•         Setiap saat, perusahaan harus berusaha proaktif dan tidak reaktif


Bab 4
Mengelola Informasi Pemasaran

A. Pentingnya Informasi
     1.
Pemahaman Pasar dan Konsumen
•         Proses pemasaran dimulai dengan pemahaman penuh tentang pasar dan kebutuhan serta keinginan konsumen
•         Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan informasi yang dapat dipercaya untuk menghasilkan nilai dan kepuasan yang tinggi bagi pelanggan

     2. Aset bagi Strategi Pemasaran
•         Perusahaan juga memerlukan informasi tentang pesaing, penjual perantara, dan pelaku serta kekuatan lain di pasar
•         Semakin banyak pemasar yang memandang informasi bukan hanya sekadar masukan untuk membuat keputusan yang lebih baik tetapi juga sebagai aset strategi penting dan alat pemasaran

B. Sistem Informasi Pemasaran
•         Sistem informasi pemasaran (marketing information system—MIS) terdiri dari orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang diperlukan secara tepat waktu dan akurat kepada pembuat keputusan pemasaran
•         Sistem informasi yang dirancang dengan baik berawal dari dan berakhir dengan pengguna

   Tahap-tahap  :
  1. Pertama-tama, MIS menilai kebutuhan informasi
–        Sistem informasi pemasaran terutama melayani manajer pemasaran perusahaan dan manajer lainnya, tetapi juga memberikan informasi untuk mitra eksternal
  1. Lalu, MIS mengembangkan informasi dari database internal, kegiatan intelijen pemasaran, dan riset pemasaran
–        Database internal memberikan informasi tentang operasi dan departemen perusahaan sendiri
–        Data semacam itu dapat diperoleh dengan cepat dan murah tetapi sering kali harus disesuaikan dengan keputusan pemasaran
–        Aktivitas intelijen pemasaran menyediakan informasi setiap hari tentang perkembangan di lingkungan pemasaran eksternal
-          Riset pasar terdiri dari kumpulan informasi yang relevan dengan masalah 
     pemasaran tertentu yang dihadapi oleh perusahaan
  1. Terakhir, MIS mendistribusikan informasi yang dikumpulkan dari sumber-sumber ini untuk manajer yang tepat dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat

C. Proses Riset Pemasaran  
  1. Langkah pertama dalam proses riset pemasaran meliputi pendefinisian masalah dan penetapan tujuan riset, yang bisa berupa riset ekplorasi, deskriptif, atau kausal

  1. Langkah kedua terdiri dari pengembangan rencana riset untuk mengumpulkan data dari sumber primer dan sekunder
  1. Langkah ketiga memerlukan implementasi rencana riset pemasaran dengan mengumpulkan, memproses, dan menganalisis informasi
  2. Langkah keempat terdiri dari menerjemahkan dan melaporkan penemuan

Analisis Informasi Tambahan
            Analisis informasi tambahan berguna untuk:
–        Membantu manajer pemasaran menerapkan informasi
–        Memberikan prosedur dan model statistik yang baik kepada mereka yang diperlukan untuk mengembangkan penemuan yang lebih akurat

Proses Riset Informasi
     
Sumber Data Sekunder
•         Baik sumber data sekunder internal maupun eksternal sering kali memberikan informasi lebih mudah dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan sumber data primer
•         Akan tetapi, informasi yang diperlukan mungkin tidak ada dalam sumber data sekunder

Proses Riset Informasi
    
Mengevaluasi Informasi
•         Periset juga harus mengevaluasi informasi sekunder untuk memastikan bahwa informasi itu relevan, akurat, terkini dan bersifat netral (impartial)
•         Riset utama juga harus mengevaluasi ciri-ciri (feature)

Proses Riset Informasi
    
Metode Pengumpulan Data
•         Tiap metode pengumpulan data primer—observasi, survei, dan eksperimental—mempunyai keunggulan dan kelemahannya sendiri
•         Tiap metode hubungan dalam riset primer yang beragam—surat, telepon, wawancara pribadi, dan online—juga mempunyai keunggulan dan kelemahannya, beserta kelebihan dan kekurangannya

Analisis Informasi
•         Informasi yang dikumpulkan di database internal dan melalui intelijen pemasaran dan riset pemasaran biasanya memerlukan analisis yang lebih mendalam
•         Analisis ini meliputi analisis statistik tingkat tinggi atau aplikasi model analisis yang membantu akan pemasar membuat keputusan yang lebih baik

Analisis Informasi
         
CRM :
                  Untuk menganalisis data pelanggan perorangan, sekarang banyak perusahaan menerapkan atau mengembangkan piranti lunak dan teknik analisis khusus—disebut manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management—CRM)—yang mengintegrasikan, menganalisis, dan menerapkan segunung data pelanggan perorangan yang ada di dalam database mereka

Distribusi Informasi  
•         Informasi pemasaran tidak bernilai sampai informasi itu digunakan untuk membuat keputusan pemasaran yang lebih baik

•         Oleh karena itu, sistem informasi pemasaran harus membuat informasi itu tersedia bagi manajer dan orang lain yang membuat keputusan pemasaran atau berhubungan dengan pelanggan
•         Dalam beberapa kasus, hal ini berarti menyediakan laporan berkala dan data terkini; dalam kasus lain, hal ini berarti membuat informasi nonrutin tersedia untuk situasi khusus dan keputusan di tempat
•         Banyak perusahaan menggunakan jaringan dalam dan jaringan luar perusahaan untuk memfasilitasi proses ini
•         Berkat teknologi modern sehingga sekarang manajer pemasaran bisa mendapatkan akses langsung terhadap sistem informasi setiap saat dan dari berbagai lokasi secara virtual

Masalah Khusus Riset Pemasaran  
           Beberapa pemasar menghadapi situasi riset pemasaran khusus, misalnya pemasar yang melaksanakan riset dalam bisnis kecil, organisasi nirlaba, atau situasi internasional
–        Riset pemasaran dapat dilaksanakan secara efektif oleh bisnis kecil dan organisasi nirlaba dengan anggaran terbatas
–        Periset pemasaran internasional mengikuti langkah yang sama dengan periset domestik tetapi sering menghadapi lebih banyak masalah yang beragam
Semua organisasi harus merespons kebijakan publik dan masalah etika di seputar riset pemasaran secara bertanggung jawab, termasuk masalah pelanggaran terhadap privasi konsumen dan penyalahgunaan hasil temuan dari riset


Bab 5
Pasar Konsumen

dan Perilaku Pembelian Konsumen

A. Pasar Konsumen
        Pasar konsumen terdiri dari semua individu dan rumah tangga yang membeli atau mendapatkan barang dan jasa untuk konsumsi pribadi

B. Perilaku Pembelian Konsumen
     
Model Sederhana  
•         Model perilaku pembelian konsumen paling sederhana adalah model rangsangan-respons
•         Menurut model ini, rangsangan pemasaran (empat P) dan kekuatan utama lainnya (ekonomi, teknologi, politik, budaya) memasuki "kotak hitam" konsumen dan menghasilkan respons tertentu
•         Setelah berada dalam kotak hitam, masukan ini menghasilkan respons pembeli yang dapat diteliti, seperti pilihan produk, pilihan merek, waktu pembelian, dan jumlah pembelian

Perilaku Pembelian Konsumen
     
Faktor-faktor Utama  
•         Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat kelompok utama karakteristik pembeli: budaya, sosial, pribadi, dan psikologi
•         Masing-masing faktor ini memberikan perspektif yang berbeda tentang pemahaman cara kerja kotak hitam pembeli
•         Meskipun banyak dari faktor-faktor ini yang tidak dapat dipengaruhi oleh pemasar, faktor-faktor ini berguna dalam mengenali pembeli yang berminat dan membentuk produk dan tampilan untuk melayani kebutuhan konsumen dengan lebih baik
Perilaku Pembelian Konsumen
     
Faktor Budaya dan Subbudaya  
•         Budaya adalah penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar
•         Budaya meliputi nilai-nilai dasar, persepsi, preferensi, dan perilaku yang dipelajari seseorang dari keluarga dan institusi penting lainnya
•         Subbudaya adalah "budaya di dalam budaya" yang mempunyai nilai dan gaya hidup berbeda dan bisa didasarkan pada hal apa pun mulai dari usia sampai kelompok etnis
•         Orang dengan karakteristik budaya dan subbudaya yang berbeda mempunyai preferensi produk dan merek yang berbeda
•         Akibatnya, pemasar mungkin ingin memfokuskan program pemasaran mereka pada kebutuhan khusus kelompok tertentu

Perilaku Pembelian Konsumen
     
Faktor Sosial
•         Faktor sosial juga mempengaruhi perilaku pembeli
•         Kelompok referensi seseorang—keluarga, teman-teman, organisasi sosial, asosiasi profesional—mempengaruhi pilihan produk dan merek dengan kuat

Perilaku Pembelian Konsumen
      
Faktor Pribadi
•         Usia pembeli, tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan karakteristik pribadi lainnya mempengaruhi keputusan pembeliannya
•         Gaya hidup konsumen—keseluruhan pola tindakan dan interaksi di dunia—juga merupakan pengaruh penting terhadap keputusan pembelian

Perilaku Pembelian Konsumen
      
Faktor Psikologi
                 Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat faktor psikologi utama:
–        Motivasi
–        Persepsi
–        Pembelajaran
–        Keyakinan serta sikap

Perilaku Pembelian Konsumen
      
Tipe Produk dan Keputusan Pembelian
Perilaku pembelian bisa sangat bervariasi melintasi berbagai tipe produk dan keputusan pembelian, antara lain:
–        Perilaku pembelian kompleks
–        Perilaku pengurangan disonansi
–        Perilaku pembelian kebiasaan
–        Perilaku pembelian mencari keragaman

Tipe Produk dan Keputusan Pembelian  
•         Konsumen mempunyai perilaku pembelian kompleks ketika mereka sangat terlibat dalam sebuah pembelian dan melihat perbedaan signifikan di antara merek
•         Perilaku pengurangan disonansi terjadi ketika konsumen sangat terlibat tetapi melihat sedikit perbedaan di antara merek
•         Perilaku pembelian kebiasaan terjadi dalam kondisi keterlibatan rendah dan sedikit perbedaan merek
•         Dalam situasi yang mempunyai karakteristik keterlibatan rendah tetapi anggapan perbedaan merek yang signifikan, konsumen teriibat dalam perilaku pembelian mencari keragaman
Perilaku Pembelian Konsumen
     
Proses Keputusan Pembelian
•         Ketika melakukan pembelian, pembeli melalui proses keputusan yang terdiri dari:
–        Pengenalan kebutuhan
–        Pencarian informasi
–        Evaluasi alternatif
–        Keputusan pembelian
–        Perilaku pascapembelian
•         Tugas pemasar adalah memahami perilaku pembeli pada masing-masing tahap dan pengaruh yang berlaku

Proses Keputusan Pembelian  
•         Selama pengenalan kebutuhan, konsumen mengenali masalah atau kebutuhan yang dapat dipuaskan oleh sebuah produk atau jasa di pasar
•         Setelah kebutuhan itu dikenali, konsumen berusaha mencari lebih banyak informasi dan berpindah ke tahap pencarian informasi
•         Dengan informasi di tangan, konsumen melanjutkan usahanya ke evaluasi alternatif, di mana selama tahap ini informasi digunakan untuk mengevaluasi merek dalam sekelompok pilihan
•         Kemudian, konsumen membuat keputusan pembelian dan benar-benar membeli produk
•         Di tahap akhir proses keputusan pembeli, perilaku pascapembelian, konsumen mengambil tindakan berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan

Perilaku Pembelian Konsumen
           
Proses Adopsi Produk
                 Proses adopsi produk dikelompokkan menjadi lima tahap:
–        Kesadaran
–        Minat
–        Evaluasi
–        Mencoba
–        Adopsi

Proses Adopsi Produk  
•         Pada mulanya, konsumen harus menyadari produk baru
•         Kesadaran menumbuhkan minat, dan konsumen mencari informasi tentang produk baru
•         Setelah informasi dikumpulkan, konsumen memasuki tahap evaluasi dan mempertimbangkan untuk membeli produk baru
•         Berikutnya, dalam tahap mencoba, konsumen mencoba produk dalam skala kecil untuk meningkatkan estimasinya terhadap nilai produk
•         Jika konsumen puas dengan produk, ia memasuki tahap adopsi, memutuskan untuk menggunakan produk baru dengan skala lebih besar dan teratur

Perilaku Pembelian Konsumen
     
Difusi Produk Baru
•         Dengan memperhatikan difusi produk baru, konsumen merespons pada tingkat yang berbeda, bergantung pada karakteristik konsumen dan karakteristik produk
•         Konsumen bisa menjadi:
–        Inovator (penemu)
–        Pengadopsi awal
–        Mayoritas awal
–        Mayoritas akhir
–        Orang yang lambat

Difusi Produk Baru
     
Respons Konsumen  
•         Penemu bersedia mencoba ide baru yang berisiko
•         Pengadopsi awal—sering kali menjadi pemimpin opini komunitas—menerima ide baru lebih awal tetapi dengan cermat
•         Mayoritas awal—jarang menjadi pemimpin—memutuskan untuk mencoba ide baru dengan banyak pertimbangan, melakukan pertimbangan itu sebelum kebanyakan orang melakukannya
•         Mayoritas akhir mencoba sebuah inovasi hanya setelah kebanyakan orang mengadopsinya

Difusi Produk Baru
      
Respons Produsen
             Produsen mencoba membawa produk mereka agar diperhatikan oleh pengadopsi awal yang potensial, terutama mereka yang menjadi pemimpin opini


Bab 6
Pasar Bisnis
dan Perilaku Pembelian Bisnis

A. Perilaku Pembeli Bisnis
•         Perilaku pembeli bisnis mengacu pada perilaku pembelian organisasi yang membeli barang dan jasa untuk digunakan dalam produksi produk atau jasa lain yang dijual, disewakan, atau dipasok ke pihak lain
•         Perilaku pembeli bisnis juga mencakup perilaku perusahaan pengecer dan grosir yang mendapatkan barang untuk dijual kembali atau menyewakan barang kepada pihak lain untuk mendapatkan laba

B. Pasar Bisnis
            Jika dibandingkan dengan pasar konsumen, pasar bisnis biasanya mempunyai jumlah pembeli yang lebih sedikit, tetapi berkapasitas lebih besar, yang terkonsentrasi secara geografis

Permintaan Bisnis
•         Permintaan bisnis memiliki sifat:
–        Diturunkan (derived)
–        Sebagian besar inelastis
–        Lebih berfluktuasi

Keputusan Pembelian Bisnis
•         Biasanya lebih banyak pembeli yang terlibat dalam keputusan pembelian bisnis, dan pembeli bisnis lebih terlatih dan lebih profesional daripada pembeli konsumen
•         Secara umum, keputusan pembelian bisnis lebih kompleks, dan proses pembelian lebih formal daripada pembelian konsumen

Perilaku Pembelian Bisnis
           
Situasi Pembelian
                            Pembeli bisnis membuat keputusan yang beragam dengan tiga jenis situasi pembelian:
–        Pembelian kembali langsung
–        Pembelian kembali modifikasi
–        Tugas baru

Perilaku Pembelian Bisnis
          
Pusat Pembelian
                   Unit pembuat keputusan dari suatu organisasi pembelian—pusat pembelian—bisa terdiri dari banyak orang berbeda yang memainkan berbagai peran yang berbeda pula

Perilaku Pembelian Bisnis
     
Pengetahuan dan Pemahaman
•         Pemasar bisnis harus mengetahui hal-hal berikut:
–        Siapa peserta utama pusat pembelian?
–        Dalam keputusan apa mereka mempunyai pengaruh dan seberapa besar pengaruh mereka?
–        Kriteria evaluasi apa yang digunakan masing-masing peserta keputusan?
•         Pemasar bisnis juga harus memahami pengaruh utama—yang terdiri dari pengaruh lingkungan, organisasi, antarpribadi, dan individu—dalam proses pembelian

Proses Keputusan Pembelian Bisnis
      
Delapan Tahap Dasar
                Proses keputusan pembelian bisnis melibatkan delapan tahap dasar:
    1. Pengenalan masalah
    2. Deskripsi kebutuhan umum
    3. Spesifikasi produk
    4. Pencarian pemasok
    5. Pengumpulan proposal
    6. Pemilihan pemasok
    7. Spesifikasi pesanan rutin
    8. Tinjauan ulang kinerja

Proses Keputusan Pembelian Bisnis
     
Perbedaan Tahap yang Dilalui
•         Pembeli yang menghadapi situasi pembelian tugas baru biasanya melalui semua tahap proses pembelian
•         Pembeli yang melakukan pembelian kembali modifikasi atau pembelian kembali langsung mungkin menghilangkan beberapa tahap

Proses Keputusan Pembelian Bisnis
      
Perbedaan Keputusan per Tahap
                 Perusahaan harus mengelola seluruh hubungan pelanggan, yang sering kali mencakup berbagai keputusan pembelian yang berbeda dalam beberapa tahap proses keputusan pembelian

E-Procurement
       Kemajuan terbaru dalam teknologi informasi telah melahirkan "e-procurement," di mana pembeli bisnis membeli segala jenis produk dan jasa secara online

E-Procurement
      
Keuntungan dan Kerugian
•         Internet antara lain:
–        Memberikan akses terhadap pemasok baru kepada pembeli bisnis
–        Mengurangi biaya pembelian
–        Mempercepat pemrosesan pesanan dan pengiriman
•         Kekurangannya, e-procurement juga bisa menggerus hubungan pelanggan-pemasok dan menciptakan masalah keamanan yang potensial

E-Procurement
     
Perkembangan
•         Bagaimanapun, pemasar bisnis semakin terhubung dengan pelanggan secara online untuk:
–        Berbagi informasi pemasaran
–        Menjual produk dan jasa
–        Menyediakan pelayanan dukungan pelanggan
–        Mempertahankan hubungan pelanggan yang sedang berlangsung

Pasar Lembaga dan Pasar Pemerintah
•         Pasar lembaga terdiri dari sekolah, rumah sakit, penjara, dan lembaga lain yang menyediakan barang dan jasa kepada orang-orang yang menjadi perhatian mereka
–        Pasar ini mempunyai karakter yang ditentukan oleh anggaran rendah dan captive patron
•         Pasar pemerintah, yang besar, terdiri dari unit-unit pemerintah—federal, negara bagian, dan lokal—yang membeli atau menyewa barang dan jasa untuk melaksanakan fungsi utama pemerintahan

Keputusan Pembelian  
•         Pembeli pemerintah membeli produk dan jasa untuk pertahanan, pendidikan, kesejahteraan umum, dan kebutuhan umum lainnya
•         Praktek pembelian pemerintah sangat khusus dan spesifik, dengan tender terbuka atau negosiasi kontrak yang menjadi karakter sebagian besar pembelian
•         Pembeli pemerintah beroperasi di bawah pengawasan Kongres dan banyak lembaga pemerhati swasta
•         Oleh karena itu, pembeli pemerintah cenderung mensyaratkan lebih banyak administrasi dan tanda tangan serta merespons lebih lambat dan tidak bebas ketika menempatkan pesanan


Bab 7
Strategi Pemasaran
yang Digerakkan oleh Pelanggan


A.Strategi Pemasaran yang Digerakkan Pelanggan
•         Strategi pemasaran yang digerakkan pelanggan dimulai dengan memilih pelanggan mana yang akan dilayani dan memutuskan proposisi nilai yang dapat melayani pelanggan sasaran dengan sangat baik
•         Strategi ini terdiri dari empat langkah:
1.      Segmentasi pasar
2.      Penetapan sasaran pasar
3.      Diferensiasi
4.      Positioning

1. Segmentasi Pasar
          Segmentasi pasar adalah tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran terpisah
•         Tidak ada cara tunggal untuk melakukan segmentasi pasar
•         Karena itu, pemasar mencoba berbagai variabel untuk melihat variabel mana yang memberikan peluang segmentasi terbaik

Pasar Konsumen
•         Bagi pemasaran konsumen, variabel segmentasi utama adalah unsur:
–        Geografis
–        Demografis
–        Psikografis
–        Perilaku
2. Segmentasi Geografis
           Dalam segmentasi geografis, pasar dibagi menjadi unit geografis yang berbeda misalnya:
–        Negara
–        Wilayah
–        Negara bagian
–        Daerah
–        Kota
–        Lingkungan
3. Segmentasi Demografis
•         Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok berdasarkan variabel demografi, mencakup:
–        Usia
–        Jenis kelamin
–        Ukuran keluarga dan siklus hidup keluarga
–        Pendapatan dan pekerjaan
–        Pendidikan
–        Agama
–        Ras
–        Generasi
–        Kebangsaan

4. Segmentasi Psikografis dan Perilaku
•         Dalam segmentasi psikografis, pasar dibagi menjadi kelompok berbeda berdasarkan:
–        Kelas sosial
–        Gaya hidup
–        Karakteristik kepribadian
•         Dalam segmentasi perilaku, pasar dibagi menjadi kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau respons konsumen terhadap suatu produk

Pasar Bisnis
•         Pemasar bisnis menggunakan banyak variabel yang untuk melakukan segmentasi pasar mereka
•         Tetapi pasar bisnis juga bisa disegmentasikan berdasarkan:
–        Demografi konsumen bisnis (industri, ukuran perusahaan)
–        Karakteristik operasi
–        Pendekatan pembelian
–        Faktor situasional
–        Karakteristik pribadi

Efektivitas Analisis Segmentasi
          Efektivitas analisis segmentasi tergantung pada penemuan segmen yang:
–        Terukur
–        Dapat diakses
–        Substansial
–        Dapat dibedakan
–        Dapat ditindaklanjuti

Menargetkan Segmen Pasar Terbaik
•         Untuk menargetkan segmen pasar terbaik, mula-mula perusahaan mengevaluasi masing-masing:
–        Ukuran segmen dan karakteristik pertumbuhan
–        Daya tarik struktural
–        Kesesuaian dengan tujuan dan sumber daya perusahaan
•         Perusahaan lalu memilih satu dari empat strategi penetapan sasaran pasar—mulai dari penetapan sasaran yang sangat luas sampai yang sangat sempit

Pemasaran dan Diferensiasi
•         Penjual bisa mengabaikan perbedaan segmen dan menetapkan sasaran secara luas dengan menggunakan pemasaran tanpa diferensiasi (pemasaran massal)
–        Pemasaran tanpa diferensiasi melibatkan produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal tentang produk yang sama dalam cara yang sama untuk semua konsumen
•         Atau penjual dapat menerapkan pemasaran terdiferensiasi—mengembangkan penawaran pasar berbeda untuk beberapa segmen

Pemasaran Ceruk dan Mikro
•         Pemasaran terkonsentrasi (pemasaran ceruk) memerlukan fokus pada satu atau beberapa segmen pasar saja
•         Terakhir, pemasaran mikro adalah praktek penghantaran produk dan program pemasaran khusus untuk memenuhi selera individu dan lokasi tertentu
–        Pemasaran mikro meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual

Strategi Penetapan Sasaran Terbaik
           Strategi penetapan sasaran yang terbaik bergantung pada:
–        Sumber daya perusahaan
–        Keberagaman produk
–        Tahap siklus hidup produk
–        Keberagaman pasar
–        Strategi pemasaran kompetitif
–         
1. Penetapan Sasaran Pasar
•         Setelah kelompok pembeli diidentifikasi, penetapan sasaran pasar mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani
•         Penetapan sasaran pasar terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat

2. Diferensiasi
•         Diferensiasi sebenarnya melibatkan pembedaan penawaran pasar untuk menciptakan nilai pelanggan yang unggul


3. Positioning
•         Positioning terdiri dari positioning penawaran pasar dalam pikiran pelanggan sasaran

    Strategi Diferensiasi dan Positioning
•         Setelah perusahaan memutuskan segmen mana yang dimasuki, perusahaan harus memutuskan strategi diferensiasi dan positioning-nya
•         Tugas diferensiasi dan positioning terdiri dari langkah-langkah:
–        Mengidentifikasi sekumpulan kemungkinan diferensiasi yang menciptakan keunggulan kompetitif
–        Memilih keuntungan untuk membangun posisi
–        Memilih keunggulan kompetitif yang tepat
–        Memilih keseluruhan strategi positioning

Proposisi
•         Secara umum, perusahaan dapat memilih satu dari lima proposisi nilai pemenang di mana mereka akan membangun posisi produk mereka:
–        Lebih banyak untuk lebih banyak
–        Lebih banyak untuk sama
–        Sama untuk lebih sedikit
–        Lebih sedikit untuk jauh lebih sedikit
–        Lebih banyak untuk lebih sedikit
•         Positioning penuh merek disebut proposisi nilai—bauran penuh dari manfaat di mana merek diposisikan

Pernyataan Positioning
•         Positioning perusahaan dan merek dirangkum dalam pernyataan positioning yang menyatakan:
–        Segmen dan kebutuhan sasaran
–        Konsep positioning
–        Titik perbedaan khusus
•         Kemudian perusahaan harus secara efektif mengomunikasikan dan menghantarkan posisi terpilih kepada pasar



Bab 8
Produk, Jasa,
dan Strategi Penentuan Merek

A. Produk
•         Dalam definisi luas, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk daya tarik, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang bisa memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan
•         Produk tidak hanya meliputi objek-objek fisik tetapi juga jasa, acara, orang, tempat, organisasi, ide, atau campuran entitas-entitas ini
B. Jasa
        Jasa adalah produk yang terdiri dari aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang dijual dan pada intinya tak berwujud, seperti:
–        Perbankan
–        Hotel
–        Perencanaan pajak
–        Perbaikan rumah


Kategori
Produk dan jasa dibagi dalam dua kategori luas berdasarkan jenis konsumen yang menggunakannya:

    Produk konsumen
             Produk konsumen—produk yang dibeli oleh konsumen akhir—biasanya   digolongkan menurut kebiasaan belanja konsumen:
–        Produk kebutuhan sehari-hari
–        Produk belanja
–        Produk khusus
–        Produk tak dicari

    Produk industri
           Produk industri—dibeli untuk pemrosesan lebih jauh atau untuk digunakan dalam melaksanakan bisnis—meliputi:
–        Bahan dan suku cadang
–        Barang modal
–        Persediaan
–        Jasa

Entitas yang Dapat Dipasarkan
            Entitas lain yang dapat dipasarkan—seperti organisasi, orang, tempat, dan ide—juga dapat dianggap sebagai produk

Keputusan Produk
            Keputusan produk individual melibatkan:
–        Atribut produk
–        Penetapan merek
–        Kemasan
–        Pelabelan
–        Pelayanan pendukung produk

Atribut, Merek, dan Kemasan
•         Keputusan atribut produk melibatkan kualitas produk, fitur, serta gaya dan desain
•         Keputusan penetapan merek meliputi pemilihan nama merek dan mengembangkan strategi merek
•         Kemasan memberikan banyak manfaat kunci, seperti perlindungan, ekonomi, kenyamanan, dan promosi

Label dan Jasa Pendukung Produk
•         Keputusan kemasan sering meliputi desain label, yang menunjukkan, menggambarkan, dan mungkin mempromosikan produk
•         Perusahaan juga mengembangkan jasa pendukung produk yang meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan serta perlindungan terhadap pesaing

Lini Produk
•         Sebagian besar perusahaan menghasilkan satu lini produk daripada satu produk tunggal
•         Lini produk adalah sekelompok produk yang berhubungan dalam satu atau lebih:
–        Fungsi
–        Kebutuhan pembelian pelanggan
–        Saluran distribusi
    
  Perluasan dan Pengisian
•         Perluasan lini melibatkan perluasan lini ke bawah, ke atas, atau di kedua arah untuk mengisi celah yang bisa diisi oleh pesaing
•         Sebaliknya, pengisian lini menarnbahkan barang di dalam kisaran lini yang ada

  Bauran Produk
•         Semua lini produk dan barang yang ditawarkan kepada pelanggan oleh penjual tertentu membentuk bauran produk
•         Bauran ini dapat dijelaskan melalui empat dimensi: lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi
•         Keempat dimensi ini merupakan sarana untuk mengembangkan strategi produk perusahaan

  Merek
•         Beberapa analis memandang merek sebagai aset permanen perusahaan yang utama
•         Merek lebih dari sekadar nama dan lambang—merek membentuk segala arti produk atau jasa bagi konsumen
 
  Ekuitas Merek
•         Ekuitas merek adalah pengaruh diferensial positif bahwa mengenal nama merek akan membuat pelanggan merespons produk atau jasa
•         Merek dengan ekuitas merek yang kuat adalah aset yang sangat berharga
      
     Membangun Merek
               Dalam membangun merek, perusahaan harus membuat keputusan tentang:
–        Positioning merek
–        Pemilihan nama merek
–        Sponsor merek
–        Pengembangan merek

      Positioning dan Pemilihan Nama Merek
•         Positioning merek yang paling kuat membentuk kepercayaan dan nilai konsumen yang kuat
•         Pemilihan nama merek melibatkan penemuan nama merek terbaik berdasarkan tinjauan seksama manfaat produk, pasar sasaran, dan strategi pemasaran yang diajukan

      Sponsor Merek
•         Produsen mempunyai empat pilihan sponsor merek
•         Produsen bisa:
–        Meluncurkan merek produsen (merek nasional)
–        Menjual kepada penjual perantara yang menggunakan merek pribadi
–        Memasarkan merek berlisensi
–        Menggabungkan kekuatan dengan perusahaan lain untuk co-branding produk
     
      Mengembangkan Merek
•         Perusahaan juga mempunyai empat pilihan ketika perusahaan mengembangkan merek
•         Perusahaan dapat mernperkenalkan:
–        Perluasan lini
–        Perluasan merek
–        Multimerek
–        Merek baru
   
      Positioning Merek
•         Perusahaan harus membangun dan mengelola merek mereka dengan cermat
•         Positioning merek harus terus dikomunikasikan kepada konsumen
•         Iklan bisa membantu

      Pengalaman Merek
•         Namun, merek tidak dibesarkan oleh iklan tetapi oleh pengalaman merek
•         Pelanggan mengetahui sebuah merek melalui kisaran hubungan dan interaksi yang luas

Manajemen Aset Merek
•         Perusahaan harus banyak memperhatikan pengelolaan titik sentuh ini seperti yang dilakukan perusahaan ketika membuat iklannya
•         Oleh karena itu, pengelolaan aset merek perusahaan tidak bisa diserahkan hanya kepada manajer merek
•         Sekarang beberapa perusahaan membentuk tim manajemen aset merek untuk mengelola merek utama mereka

Audit Merek
•         Terakhir, perusahaan harus mengaudit kekuatan dan kelemahan merek mereka secara berkala
•         Dalam beberapa kasus, merek mungkin harus direposisikan karena perubahan preferensi pelanggan atau adanya pesaing baru

Karakteristik Jasa
•         Karakter jasa ditentukan oleh empat karakteristik kunci:
–        Tak berwujud
–        Tak terpisahkan
–        Variabilitas
–        Dapat musnah
•         Masing-masing karakteristik mempunyai masalah dan persyaratan pemasaran

      Usaha Pemasar
              Para pemasar berusaha:
–        Mencari cara agar jasa lebih berwujud
–        Meningkatkan produktivitas penyedia yang tak dapat dipisahkan dari produk mereka
–        Menetapkan standar kualitas untuk menghadapi variabilitas
–        Meningkatkan pergerakan permintaan dan kapasitas persediaan untuk menghadapi musnahnya jasa

Pertimbangan Pemasaran Tambahan yang Diperlukan oleh Jasa  
•         Perusahaan jasa yang baik memusatkan perhatian pada pelanggan dan karyawan
•         Perusahaan jasa memahami rantai laba-jasa, yang menghubungkan laba perusahaan jasa dengan karyawan dan kepuasan pelanggan
•         Strategi pemasaran jasa tidak hanya memerlukan pemasaran eksternal tetapi juga pemasaran internal untuk memotivasi karyawan dan pemasaran interaktif untuk menciptakan keahlian penghantaran jasa di antara penyedia jasa
•         Agar berhasil, pemasar jasa harus:
–        Menciptakan diferensiasi kompetitif

–        Menawarkan kualitas jasa yang tinggi
–        Menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas jasa



Bab 9
Pengembangan Produk Baru
dan Strategi Siklus Hidup Produk

A. Ide Produk Baru
        Perusahaan menemukan dan mengembangkan ide produk baru dari beragam sumber
      
     Sumber Internal dan Eksternal
•         Banyak ide produk baru berasal dari sumber internal:
–        Perusahaan mengadakan riset dan pengembangan resmi, memilih ide dari karyawan mereka, dan mengadakan tukar pikiran dalam rapat eksekutif
•         Ide lain datang dari sumber eksternal:
–        Dengan mengadakan survei dan kelompok fokus serta menganalisis pertanyaan dan keluhan pelanggan, perusahaan dapat menghasilkan ide produk baru yang akan memenuhi kebutuhan spesifik konsumen

      Pesaing serta Distributor dan Pemasok
•         Perusahaan melacak penawaran pesaing dan menginspeksi produk baru, memilah produk, menganalisis kinerja produk, dan memutuskan apakah mereka akan memperkenalkan produk yang sama atau produk yang lebih baik
•         Distributor dan pemasok berada dekat dengan pasar dan dapat menyalurkan informasi tentang masalah konsumen dan kemungkinan produk baru

      Proses Pengembangan Produk Baru
            Proses pengembangan produk baru terdiri dari delapan tahap berurutan:
    1. Penciptaan ide
    2. Penyaringan ide
    3. Pengembangan konsep produk
    4. Pengujian konsep
    5. Pengembangan strategi pemasaran
    6. Analisis-bisnis
    7. Pengembangan produk dan pemasaran uji
    8. Komersialisasi

    
Tahap-tahap  
•         Proses dimulai dengan penciptaan ide
•         Berikutnya penyaringan ide, yang mengurangi jumlah ide berdasarkan kriteria perusahaan sendiri
•         Ide yang lolos dari tahap penyaringan ini dilanjutkan ke tahap pengembangan konsep produk, di mana versi detail ide produk baru dinyatakan dalam segi konsumen yang berarti
•         Dalam tahap berikutnya, pengujian konsep, konsep produk baru diuji dengan sekelompok konsumen sasaran untuk menentukan apakah konsep mempunyai kecocokan yang kuat dengan konsumen

•         Konsep yang kuat diteruskan ke pengembangan strategi pemasaran, di mana strategi pemasaran awal bagi produk baru dikembangkan dari konsep produk
•         Dalam tahap analisis-bisnis, tinjauan ulang penjualan, biaya, dan proyeksi laba bagi produk baru dilakukan untuk menentukan apakah produk baru itu memuaskan tujuan perusahaan
•         Dengan hasil yang positif di sini, ide menjadi lebih nyata melalui pengembangan produk dan pemasaran uji dan akhirnya diluncurkan selama tahap komersialisasi

      Pendekatan yang Berhasil
•         Pengembangan produk baru melibatkan lebih dari sekadar proses melalui sekelompok tahap
•         Perusahaan harus mengambil pendekatan sistematis, holistik untuk mengelola proses ini
•         Pengembangan produk baru yang berhasil memerlukan usaha sistematis yang berpusat pada pelanggan, berdasarkan tim

       Siklus Hidup Produk
•         Masing-masing produk mempunyai siklus hidup yang ditandai dengan sekumpulan masalah dan peluang yang berubah
•         Penjualan produk tertentu mengikuti kurva bentuk S yang terdiri dari lima tahap
•         Siklus dimulai dengan tahap pengembangan produk ketika perusahaan menemukan dan mengembangkan ide produk baru
•         Tahap pengenalan ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan laba yang rendah ketika produk didistribusikan ke pasar
•         Jika berhasil, produk memasuki tahap pertumbuhan, yang menawarkan pertumbuhan penjualan yang pesat dan peningkatan laba
•         Berikutnya, tahap kedewasaan ketika pertumbuhan penjualan melambat dan laba stabil
•         Terakhir, produk memasuki tahap penurunan di mana penjualan dan laba menurun
•         Tugas perusahaan selama tahap ini adalah mengenali penurunan dan memutuskan apakah perusahaan harus mempertahankan, memanen, atau menyingkirkan produk

B. Perubahan Strategi Pemasaran selama Siklus Hidup Produk  
•         Dalam tahap pengenalan, perusahaan harus memilih strategi peluncuran yang konsisten dengan positioning produk yang dimaksudkan
•         Banyak uang yang dibutuhkan untuk menarik distributor dan membangun persediaan mereka dan memberitahu konsumen tentang produk baru dan mendapatkan percobaan
•         Dalam tahap pertumbuhan, perusahaan terus mendidik konsumen dan distributor potensial
•         Selanjutnya, perusahaan berusaha untuk tetap memimpin persaingan dan mempertahankan pertumbuhan pasar yang cepat dengan meningkatkan kualitas produk, menambahkan fitur dan model produk baru, memasuki segmen pasar dan saluran distribusi baru, mengubah iklan dari membangun kesadaran produk menjadi membangun keyakinan dan pembelian produk, dan menurunkan harga pada saat yang tepat untuk menarik pembeli baru
•         Dalam tahap kedewasaan, perusahaan terus berinvestasi untuk mendewasakan produk dan mempertimbangkan modifikasi pasar, produk, dan bauran pemasaran
•         Ketika memodifikasi pasar, perusahaan berusaha meningkatkan konsumsi produk
•         Ketika memodifikasi produk, perusahaan mengubah beberapa karakteristik produk—seperti kualitas, fitur, atau gaya—untuk menarik pengguna baru atau menginspirasi lebih banyak penggunaan
•         Ketika memodifikasi bauran pemasaran, perusahaan berusaha meningkatkan penjualan dengan mengubah satu atau lebih elemen bauran pemasaran
•         Setelah perusahaan menyadari bahwa produk telah memasuki tahap penurunan, manajemen harus memutuskan apakah mereka akan mempertahankan produk tanpa perubahan, berharap perusahaan pesaing akan keluar dari pasar, memanen produk, mengurangi biaya, dan berusaha mempertahankan penjualan; atau menyingkirkan produk, menjualnya ke perusahaan lain atau melikuidasi produk pada harga sisa

C. Masalah Tambahan Produk Tanggung Jawab Sosial
•         Masalah pertama adalah tanggung jawab sosial
•         Tanggung jawab ini meliputi masalah kebijakan publik dan peraturan yang melibatkan tindakan meraih atau membuang produk, perlindungan hak paten, kualitas dan keamanan produk, dan jaminan produk

     Tantangan Internasional
•         Masalah kedua yaitu melibatkan tantangan khusus yang dihadapi pemasar produk dan jasa internasional
•         Pemasar internasional harus memutuskan berapa banyak biaya yang diperlukan untuk menstandarkan atau menyesuaikan penawaran mereka bagi pasar dunia



Bab 10
Penetapan Harga Produk


A. Harga
•         Harga dapat didefinisikan secara sempit sebagai jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa\
•         Atau dapat didefinisikan lebih luas sebagai jumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk keuntungan memiliki dan menggunakan produk atau jasa

B. Elemen Penting dalam Bauran Pemasaran
•         Meskipun peranan faktor nonharga makin meningkat pada proses pemasaran modern, harga tetap menjadi elemen penting dalam bauran pemasaran, karena:
–        Harga merupakan satu-satunya elemen dalam bauran pemasaran yang mendatangkan pendapatan; semua elemen lainnya melambangkan biaya
–        Harga juga merupakan salah satu elemen yang paling fleksibel dalam bauran pemasaran
–        Tidak seperti fitur produk dan komitmen saluran, harga dapat dinaikkan atau diturunkan dengan cepat

      Tantangan
•         Tantangan penetapan harga adalah menemukan harga yang memungkinkan perusahaan mendapatkan laba yang wajar dengan cara dibayar untuk nilai pelanggan yang diciptakannya

       Problem
•         Banyak perusahaan yang kurang baik dalam menangani penetapan harga—keputusan penetapan harga dan persaingan harga merupakan problem utama bagi banyak eksekutif pemasaran

•         Problem penetapan harga juga sering timbul karena manajer terlalu cepat untuk menurunkan harga, harga terlalu berorientasi pada biaya daripada nilai pelanggan yang diciptakan, atau harga tidak selaras dengan bauran pemasaran lainnya

      Persepsi Nilai Pelanggan  
•         Penetapan harga yang baik dimulai dengan memahami keseluruhan nilai suatu produk atau jasa yang diciptakan bagi pelanggan dan menetapkan harga yang dapat menangkap nilai tersebut
•         Persepsi pelanggan dari nilai produk menetapkan batas atas harga
•         Bila pelanggan merasa bahwa harga lebih besar daripada nilai produk, mereka tidak akan membelinya
•         Penetapan harga berdasarkan nilai menggunakan persepsi nilai dari pembeli, bukan dari biaya penjual, sebagai kunci dari penetapan harga
•         Perusahaan dapat mengejar salah satu dari dua jenis penetapan harga berdasarkan nilai
•         Penetapan harga berdasarkan nilai yang baik termasuk menawarkan kombinasi yang tepat dari kualitas dan layanan yang baik pada harga yang wajar
•         Harga murah setiap hari (EDLP) adalah contoh dari strategi ini
•         Penetapan harga berdasarkan nilai tambah mencakup penggunaan fitur dan layanan untuk mendiferensiasikan tawaran perusahaan dan mendukung pengenaan harga yang lebih tinggi
                           
C. Biaya Perusahaan dan Biaya Produk  
•         Harga yang ditetapkan oleh perusahaan akan berada di antara tingkat harga yang terlalu tinggi untuk menciptakan sebuah permintaaan dan tingkat harga yang terlalu rendah untuk menciptakan laba
•         Persepsi pelanggan tentang nilai menetapkan batas atas harga, sedangkan biaya perusahaan dan produk menetapkan batas bawah harga
•         Bila perusahaan memberikan harga di bawah biayanya, perusahaan akan mengalami kerugian
•         Penetapan harga berdasarkan biaya meliputi penetapan harga berdasarkan biaya produksi, distribusi, dan penjualan produk ditambah tingkat pengembalian yang wajar untuk usaha dan risiko
•         Biaya merupakan pertimbangan penting dalam menetapkan harga
•         Namun, penetapan harga berdasarkan biaya cenderung digerakkan oleh produk dan bukannya digerakkan oleh pelanggan
•         Perusahaan mendesain apa yang menurutnya merupakan produk yang bagus dan menetapkan harga yang dapat menutupi biaya dengan suatu margin keuntungan
•         Bila ternyata harga terlalu tinggi, perusahaan harus berkompromi untuk markup yang lebih rendah atau penjualan yang lebih rendah, keduanya menghasilkan laba yang mengecewakan
•         Perusahaan harus mengawasi biayanya dengan cermat
•         Bila biaya perusahaan lebih besar daripada biaya pesaing untuk memproduksi dan menjual produk, perusahaan harus mengenakan harga yang lebih tinggi atau mendapatkan laba lebih sedikit, sehingga menyebabkan kerugian kompetitif
•         Biaya total adalah jumlah dari biaya tetap dan variabel untuk setiap tingkat produksi
•         Manajemen ingin mengenakan biaya yang setidaknya sanggup menutupi biaya total pada suatu tingkat produksi tertentu
•         Untuk menetapkan harga secara bijaksana, manajemen juga perlu mengetahui bagaimana biaya mereka bervariasi pada tingkat produksi yang berbeda dan akumulasi pengalaman produksi.

•         Penetapan harga berdasarkan biaya termasuk penetapan harga berdasarkan biaya plus dan penetapan harga berdasarkan titik impas (penetapan harga berdasarkan sasaran keuntungan)

      Faktor Internal dan Eksternal Lainnya  
•         Faktor internal lainnya yang mempengaruhi keputusan penetapan harga yaitu keseluruhan strategi pemasaran perusahaan, tujuan, bauran, dan organisasi penetapan harga
•         Harga hanya salah satu elemen dari strategi pemasaran perusahaan yang lebih luas
•         Bila perusahaan memilih pasar sasaran dan positioning secara cermat, maka bauran pemasarannya, termasuk harga, akan mengikutinya
•         Beberapa perusahaan memposisikan produk mereka terhadap harga dan kemudian menyesuaikan keputusan bauran pemasaran lain terhadap harga yang ingin mereka kenakan
•         Perusahaan lain tidak menekankan harga dan menggunakan bauran pemasaran lain untuk menciptakan posisi nonharga mereka
•         Tujuan penetapan harga pada umumnya termasuk bertahan hidup, maksimalisasi keuntungan saat ini, kepemimpinan pangsa pasar, atau mempertahankan pelanggan dan membangun hubungan
•         Keputusan harga harus dikoordinasikan dengan desain produk, distribusi, dan keputusan promosi untuk membentuk program pemasaran yang konsisten dan efektif
•         Terakhir, untuk mengkoordinasikan tujuan dan keputusan penetapan harga, manajemen harus memutuskan siapa dalam organisasi yang bertanggung jawab menetapkan harga
•         Faktor eksternal lainnya dalam pertimbangan penetapan harga yaitu kondisi alamiah pasar dan permintaan, strategi dan harga pesaing, dan faktor lingkungan seperti ekonomi, kebutuhan penyalur, dan tindakan pemerintah
•         Kebebasan penetapan harga oleh penjual bervariasi untuk setiap jenis pasar
•         Pada akhirnya, pelanggan memutuskan apakah perusahaan telah menetapkan harga dengan benar
•         Pelanggan menimbang antara harga terhadap nilai anggapan untuk menggunakan produk—bila harga melebihi jumlah nilai, pelanggan tidak akan membelinya
•         Sehingga perusahaan harus memahami konsep seperti kurva permintaaan (hubungan harga-permintaan) dan elastisitas harga (sensitivitas konsumen terhadap harga)
•         Konsumen juga membandingkan harga suatu produk dengan harga produk pesaingnya
•         Sebuah perusahaan harus mempelajari nilai pelanggan dan harga dari tawaran pesaing


anang_mpm7rsd@rocketmail.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar